PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING MELALUI MEKAR SUBUR
(MENDALAM KAYA RASA INGIN TAHU SUMBER BUAH DAN SAYUR)
By : Deone Jeanette Putri, S.Pd
Dalam Al Qur’an Surah Al-Maidah ayat 88 yang berbunyi: “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah direzekikan Allah kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. Sayur mayur dan buah-buahan adalah sumber makanan yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Namun bagi beberapa orang terutama anak-anak, sayur dan buah adalah jenis makanan yang sering dihindari karena rasanya yang hambar ataupun tidak terbiasa dengan jenis makanan tersebut. Anak –anak perlu dikenalkan dengan rasa buah dan sayur, agar mereka terbiasa dengan jenis makanan tersebut agar tercukupi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat, yang penting terhadap kembang dan tumbuh anak. Menurut ahli gizi dalam (Ika, JawaPos 2017), lebih dari 60% anak tak suka sayur, dimana masalah konsumsi sayur ini sering ditemui pada anak usia 2-12 tahun. Kebanyakan anak suka mengkonsumsi cemilan yang manis – manis, sehingga terjadi obesitas kepada kebanyakan anak – anak dikarenakan gizi tidak seimbang, penurunan daya tahan tubuh, dan kesulitan konsentrasi atau fokus dalam belajar.
Solusi untuk memotivasi anak agar gemar makan sayur dan buah dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran “Mekar Subur” yaitu dengan memberi pengalaman nyata dan bermakna. Anak diajak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan sayur atau buah secara langsung, lalu mengolahnya bersama menjadi makanan yang menarik. Dengan proses ini, anak tidak hanya mengenal manfaat sayur dan buah, tapi juga membangun keterikatan emosional, rasa tanggung jawab, serta pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu solusi untuk memotivasi anak agar gemar makan sayur dan buah adalah dengan mengajak mereka terlibat langsung dalam berbagai aktivitas menyenangkan seperti membawa buah dan sayur favorit dari rumah, bercerita di depan teman, bermain tebak gambar dan magic box, serta praktik membuat ecoenzyme dari sisa buah dan sayur. Melalui pendekatan bermain, eksplorasi, dan pengalaman nyata, anak akan lebih mudah menerima dan menyukai makanan sehat sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.
Seiring dengan berjalannya kegiatan terdapat anak yang sudah mulai termotivasi untuk membawa bekal sehat yang terdiri dari buah dan sayur, Anak belajar menghargai pendapat dan belajar memecahkan masalah ketika ada perbedaan pendapat dengan temannya, Anak lebih leluasa menuangkan ide dan berekspresi melalui karya karena diberikan kesempatan memilih permainan yang diminati, Anak yang belum terbiasa menentukan pilihan sendiri jadi termotivasi melihat teman-teman yang lain, Anak dapat menceritakan pengalaman dan karyanya dengan bahasa sendiri dengan baik.
Recent Comments