Prestasi Membanggakan TK Islam Al Azhar 45 pada Lomba Menari Bsparta Ultimate 2025

Yayasan Pendidikan Budi Insan Cendikia kembali menggelar Lomba Menari TK Bsparta Ultimate 2025 sebagai ajang pengembangan bakat dan kreativitas anak usia dini. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai taman kanak-kanak dengan tujuan menumbuhkan kecintaan anak terhadap seni, khususnya seni tari, serta melatih kepercayaan diri sejak usia dini.

Pada ajang bergengsi tersebut, TK Islam Al Azhar 45 berhasil meraih Juara 2 melalui penampilan tari berjudul “Ulinan”. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, peserta didik, guru, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

Penampilan tari “Ulinan” dibawakan dengan penuh semangat dan kekompakan oleh para peserta didik berbakat, yaitu Audira Naladhipa Gunawan, Aluma Jyoti Mahandini, Jeehana Chifa Prakasa, Clemira Medina, Farasha Zlatica Raina, Adeeva Gia Qyano, dan Khansa Anindhira Syahputri. Tari Ulinan ini ditarikan menggunakan egrang batok, sebuah permainan tradisional yang menuntut keseimbangan, konsentrasi, dan keberanian. Anak-anak memainkannya dengan fokus dan penuh percaya diri, sehingga mampu menampilkan gerakan yang selaras, aman, dan ekspresif.

Seni Tari sebagai Sarana Ekspresi dan Pembentukan Karakter Anak

Seni tari merupakan salah satu bentuk seni gerak yang menggunakan tubuh sebagai media utama untuk mengekspresikan perasaan, ide, dan imajinasi melalui irama, ruang, serta gerakan yang terstruktur. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, seni tari tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter positif yang ditanamkan secara alami melalui proses berlatih dan tampil.

Nilai-Nilai Karakter yang Dikembangkan Melalui Tari Ulinan

Melalui kegiatan tari “Ulinan”, anak-anak TK Islam Al Azhar 45 belajar dan menginternalisasi berbagai nilai karakter, antara lain percaya diri saat tampil di depan umum, mandiri dalam menguasai gerakan dan menjaga keseimbangan di atas egrang batok, serta disiplin dalam mengikuti aturan dan jadwal latihan. Selain itu, anak-anak juga dilatih untuk memiliki sikap tanggung jawab terhadap peran masing-masing, kerja sama dalam menjaga kekompakan kelompok, serta ketekunan dan pantang menyerah selama proses latihan.

Nilai cinta budaya lokal turut ditanamkan melalui penggunaan permainan tradisional egrang batok, sehingga anak-anak tidak hanya belajar menari, tetapi juga mengenal dan menghargai warisan budaya bangsa sejak usia dini.

Proses dan Upaya Meraih Hasil yang Memuaskan

Keberhasilan TK Islam Al Azhar 45 dalam meraih Juara 2 tidak terlepas dari proses latihan yang terencana dan konsisten. Anak-anak dibimbing secara bertahap sesuai dengan karakteristik usia mereka, mulai dari pengenalan gerakan dasar, latihan keseimbangan menggunakan egrang batok, pemahaman irama, hingga pembentukan kekompakan kelompok. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara menyenangkan, edukatif, dan berorientasi pada perkembangan karakter anak.

Peran guru sangat penting dalam memberikan teladan, arahan, motivasi, serta pendampingan yang penuh kesabaran. Dukungan orang tua juga menjadi faktor pendukung utama dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan mental anak. Kolaborasi yang baik antara sekolah dan orang tua inilah yang menghasilkan penampilan tari “Ulinan” yang optimal, harmonis, dan berkarakter.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri, sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan seni mampu menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. TK Islam Al Azhar 45 berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang holistik dengan mengintegrasikan pengembangan akademik, karakter, dan kreativitas secara seimbang